-
Pesona Sriwijaya (Festival Sriwijaya XXV, Palembang)
Tanggal 16-19 Juli 2016 lalu, saya dan beberapa teman blogger diundang oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Selatan untuk mengunjungi beberapa destinasi wisata di Palembang. Kami juga menyaksikan pawai budaya dan pembukaan Festival Sriwijaya XXV.
Sudah pernahkah kamu ke Sumatra Selatan?
Blogposts:
- https://chikastuff.wordpress.com/2016/07/23/festival-sriwijaya-xxv-di-palembang/
- https://backpackstory.me/2016/08/21/37-hal-yang-bisa-dilakukan-di-palembang-bagian-pertama/
- http://geospotter.org/1915/wisata-kultur-etnik-di-kampung-arab-al-munawar-palembang
Gears:
- A6300 @50fps, Full HD MP4 28Mb/s (not XAVC-S)
- Beholder Ds1 3-axis gimbal electronic camera stabilizer
- Lenses: Sigma 19mm f/2.8 (E-mount), FE 28mm f/2.0, FE 55mm f/1.8
- Edited & color graded using Adobe Premiere Pro CC 2015
Follow me on Twitter & Instagram: @goenrock
-
Menemani Debby Permata Membuat Vlog ke Banyuwangi
Vlogging alias video blogging lagi rame banget ya? Apa sih vlog? Vlog (dari kata video blog) adalah blog dengan medium video. Kalau menurut penjelasan Andira di video ini, vlog adalah semua yang berhubungan dengan menuangkan pemikiran, perasaan dan pendapat pribadi dan terekam dalam bentuk video. Konten vlog? Biasanya berasal dari hal-hal yang dekat dengan keseharian kita, atau passion kita.
Nge-vlog gak diwajibkan bisa ngomong (di depan kamera) kok. Naratifnya bisa dengan superimposed text. https://t.co/JpFV6bzGfa
— Enigma Cipher (@goenrock) May 10, 2016
Saking ramainya vlog dibicarakan di social media, Debby Permata pun jadi ingin mencoba membuat vlog juga. Akhirnya saya sarankan Debby untuk membuat vlog tentang travelling alias travelog
(soalnya belum pernah jalan-jalan berdua sama Debby ehehehe). Destinasi wisata yang kami pilih adalah Jawa Timur; Banyuwangi dan sekitarnya. Taman Nasional Baluran? Tentu kami ke sana. Lokasi seru lainnya yang kami jelajahi bisa langsung ditonton di video di bawah ini.
Oh ya, jalan-jalan kali ini, kami perdana mencoba memesan tiket pesawat memakai Indonesia Flight app. Keren ternyata aplikasinya. Sekeren apa? Kalian pasti tahu kalau sudah menonton videonya sampai selesai. Hihihi…
Sudahkah kamu nge-vlog hari ini? Apa kesulitanmu dalam membuat vlog? Boleh yuk diskusi di kolom komentar di bawah.
Lokasi resto:
Por Que No
De RITZ Building LT. 5, Jalan HOS. Cokroaminoto No. 91, Menteng, Daerah Khusus Ibukota JakartaBahan bacaan tentang vlog
-
Bali in Slow Motion (100fps)
Bali itu cantik dari sudut ke sudut. Tapi bagaimana jika direkam dalam slow motion? Apakah semakin cantik? Katanya sih everything looks better in slow motion.
Ada 4 video dari travel series Bali in 100fps. Bagian pertama mungkin kamu sudah menontonnya di sini, sekaligus saya tulis ulasan kamera saku yang dipakai untuk pembuatan videonya.
Sudah pernahkah kamu ke Ubud? Considered as Bali’s cultural heart, Ubud adalah tempat yang ingin saya tinggali lama di Bali. Semoga bisa kesampaian dalam waktu dekat ini. Hijau, dikelilingi persawahan, tetap ‘hidup’ pada malam hari namun tidak ‘segila’ Kuta. Beberapa tempat yang saya shoot dalam video di bawah, pernah dijadikan lokasi syuting film Eat Pray Love yang dibintangi oleh Julia Roberts. Waktu tempuh dari bandara Ngurah Rai menuju ke Ubud dengan kendaraan bermotor adalah sekitar satu jam.
Bali Aga, ajalah sebutan untuk masyarakat asli Bali yang tinggal di desa adat Tenganan Pegringsingan, Karangasem. Desa ini berjarak sekitar 60 km dari Denpasar. Pada video di bawah, kita bisa melihat aktivitas mereka melukis pada lembaran daun lontar, dan menenun kain geringsing yang dibuat dengan metode double-ikat.
Selepas dari Tenganan, saya menuju ke pura Uluwatu untuk menyaksikan tari Kecak dengan berlatarkan sunset. Sungguh magis! Oh ya, tiket menonton pertunjukannya adalah sebesar Rp 100.000,- dan belum termasuk tiket masuk Uluwatu sebesar Rp 20.000,-.
-
Piknik ke Taman Hutan Mangrove PIK
Akhirnya, 31 Januari 2016 kemarin saya kopi darat lagi bersama teman-teman @KopdarJakarta. Kali ini ke Taman Hutan Mangrove, Pantai Indah Kapuk. Sekeren apa tempat wisata ini dan seseru apa piknik kami? Saksikan saja videonya.
Video direkam dengan kamera saku RX100 IV -
Travel Video Dengan Kamera Saku RX100 IV
Ingin lebih serius di travel videography, tapi malas jika harus membawa kamera berukuran besar yang bikin berat barang bawaan? Atau sudah punya kamera mirrorless dan berencana membeli kamera backup berukuran ringkas dengan kualitas gambar yang tidak jauh berbeda dengan kamera utama?
Akan saya jelaskan kenapa RX100 IV ini cocok banget untuk travel videography dan sebagai second cam. Namun sebelum membaca review saya, silakan tonton video terbaru yang saya syut dengan RX100 IV di 100fps sebagai teaser. 😀
Premium Compact Camera
Walau berukuran mungil, kamera saku ini bukan kamera yang bisa disepelekan kemampuannya. Di dalam RX100 IV banyak ditanam fitur-fitur profesional untuk video seperti yang ada di seri ILCE (A7II, A7s, A7rII, A7sII). Continue reading -
Vidio: Wadah Kreator Konten Video Indonesia
Vidio.com? Apa itu?
Iya, namanya Vidio, dari kata “video”. Apa yang membedakannya dengan video sharing service lain seperti Youtube dan Vimeo? Yang jelas ini buatan Indonesia, dengan konten yang lebih Indonesia pula tentunya. Baru diluncurkan pada bulan Agustus tahun kemarin. Selain bisa menikmati segala macam tayangan tentang Indonesia baik itu musik, seni, budaya, film maupun sport, kita juga bisa jadi kreatornya lhoh. Saya sih sudah punya akunnya di vidio.com/@goenrock Belum umur sebulan dan baru ada 5 konten video. Hihihi…Konten video terbaru di akun Vidio saya
Kualitas Gambar
Resolusi video paling tinggi yang bisa diputar di Vidio adalah 720p (1280x720p). Jika ingin mengunggah video, cukup render ke resolusi 720p dengan bitrate video 5Mb/s saja, dengan format yang disarankan adalah MP4 (codec H.264). Semoga segera bisa mendukung format Full HD ya… Tapi 720p sudah cukup jernih kok buat ditonton di smartphone. Continue reading -
Jalan-jalan Sore di Gili Bersama Dek Dalila Dari Praha
Sebenarnya video ini sudah agak lama di-shoot. Sejak bulan Agustus. Waktu itu saya impulsif
bakar tiket pulang ke Jakartamelipir ke Gili Trawangan sehabis acara #BrikPiknik di Bali. Seharusnya sih hanya extend semalam di Gili. Tapi demi dek Dalila,yang ngegemesin ini, akhirnya bakar tiket dua kaliextend-nya jadi dua malam di Gili Trawangan. Ahihihi…Singkat kata, waktu itu saya nekad berkenalan dengan dek Dalila dari Praha yang sedang menikmati sarapannya di hotel yang sama tempat saya menginap di Gili. Kenapa nekad? Karena sudah lama saya ngebet banget bikin video travelling dengan model bule.
Dan emang dek Dalila ini bikin gemes sih.Saya paling senang kalau mengedit foto atau video dengan model kaukasian. Skin tone-nya enak banget diapa-apain saat *color grading. Syukurlah, dek Dalilamenerima pinangan saya danmau divideoin setelah saya kasih contoh video-video yang pernah saya kerjakandengan sedikit sepik-sepik iblis. Lalu kami pun sepakat membuat video di sore harinya sambil menikmati sunset di Gili Trawangan. Oke, saya pun batal pulang ke Jakarta hari itu.Dan inilah videonya. Jangan lupa subscribe ke kanal Youtube saya ya. Hehehe…
-
Trip Batangan ke Legoland, Malaysia
Ini sebetulnya footages jalan-jalan bareng tiga orang batangan; Ariev Rahman, Alle, dan Doni ke Legoland, Malaysia yang sudah lama banget. Dari bulan Maret tepatnya. Tapi kok ya baru kesentuh buat diedit sekarang *self-toyor*.
Namanya Trip Batangan karena ya… Yang ikutan ‘batangan’ semua.
Kenapa videonya pendek? Karena kami sampai sana kesiangan hihihihi… Tulisan lengkapnya ada di blognya travel blogger yang ngeheits satu ini.
-
#PiknikNJogja: Ngayogjazz 2015 & Merapi Off Road Lava Tour
Minggu lalu, saya diajak oleh Telkomsel untuk menyaksikan Ngayogjazz 2015 sekaligus jalan-jalan di Jogja. Ini adalah Ngayogjazz pertama saya. Iya telat banget, padahal Ngayogjazz sudah diselengarakan sejak tahun 2007. FYI, Ngayogjazz ini digelar setiap setahun sekali, jadi ya monggo dihitung sendiri ini sudah pagelaran yang keberapa *males ngitung*.
Buat yang belum tahu, Ngayogjazz ini adalah pagelaran musik jazz dengan lokasi di pedesaan. Kali ini berlokasi di desa Pandowoharjo, Sleman. Ndak cuma satu panggung, tapi ada beberapa panggung yang di tempatkan sekaligus di beberapa titik dan diisi oleh musisi-musisi jazz yang kece banget. Salah satu performer yang paling saya tunggu tentunya Kua Etnika. Seperti yang saya duga, eksplorasi perpaduan musik etnik, perkusif dan instrumen elektriknya ndak pernah gagal membuat saya melongo *sambil joget-joget tentunya*.
-
Phuket Trip #XLaluHore #XL1Tariff (part 1)
Ini adalah video trip ke Phuket, Thailand bareng @dimasnovriandi @myARTasya dan @vabyo untuk menemani 4 pemenang FB Games #XL1Tariff dari @XL123 Seperti apa keseruannya? Tonton saja videonya.