-
#PiknikNJogja: Ngayogjazz 2015 & Merapi Off Road Lava Tour
Minggu lalu, saya diajak oleh Telkomsel untuk menyaksikan Ngayogjazz 2015 sekaligus jalan-jalan di Jogja. Ini adalah Ngayogjazz pertama saya. Iya telat banget, padahal Ngayogjazz sudah diselengarakan sejak tahun 2007. FYI, Ngayogjazz ini digelar setiap setahun sekali, jadi ya monggo dihitung sendiri ini sudah pagelaran yang keberapa *males ngitung*.
Buat yang belum tahu, Ngayogjazz ini adalah pagelaran musik jazz dengan lokasi di pedesaan. Kali ini berlokasi di desa Pandowoharjo, Sleman. Ndak cuma satu panggung, tapi ada beberapa panggung yang di tempatkan sekaligus di beberapa titik dan diisi oleh musisi-musisi jazz yang kece banget. Salah satu performer yang paling saya tunggu tentunya Kua Etnika. Seperti yang saya duga, eksplorasi perpaduan musik etnik, perkusif dan instrumen elektriknya ndak pernah gagal membuat saya melongo *sambil joget-joget tentunya*.
-
Orkes Tanjidor: “Musik Jazz Betawi”
Orkes Tanjidor, kadang disebut juga musik Jazznya orang Betawi. Istilah Tanjidor berasal dari bahasa Portugis “Tanger” yang berarti memainkan alat musik. Tanjidor dipercaya sudah ada sejak abad ke-18 dan banyak mendapatken pengaruh dari kebudayaan China dan berbagai negara di Eropa seperti Belanda dan Perancis.
Instrumen-instrumen musik yang dipakai dalam tanjidor antara lain terompet, tambur, trombone, klarinet, dan bedug. Biasa dipertunjukken untuk pawai kesenian, ditanggap untuk acara kawinan atau khitan.
Berikut ini adalah sebuah video dokumentasi salah satu group Tanjidor yang masih bertahan hingga saat ini ketika unjuk kebolehan di pelataran Musium Fatahillah tanggal 31 Oktober lalu. Ada sedikit interview dengan salah satu pemain musiknya yang dipandu oleh Sita.
Unduh videonya disini (7,4 MB)
Musik atau kesenian tradisional apa yang masih bertahan di daerah Sampeyan hingga saat ini? :)
-
Met Ultah Om Al Jarreau!
Siapa sih yang ndak kenal Al Jarreau? Iyah, Om saya yang terkenal dengan lagu Spain (I Can Recall) ituh, hari ini berulang tahun !
Ke-69 tepatnya! 69??? =P~ *membayangken yang iya-iya*Di usianya yang sudah ndak bisa dibilang muda ituh, Om saya inih sudah menelorken 58 album, dan 23 singles. Wow! @-) Produktif sangat ya? ^:)^ Musisi yang memiliki nama lengkap Alwyn Lopez Jarreaua ini juga pernah mendapatken penghargaan Grammy Award sebanyak tujuh kali lho! ;;) Sepanjang sejarah , dialah satu-satunya musisi yang memenangkan penghargaan secara terpisah dalam tiga kategori, yaitu jazz, pop, dan R&B. Kuereeeen! B-)

Om satu saya ini pinter banget acrobat vocal. Eh sik sik, akrobat vokal itu istilahnya apa ya? Lupa 8-| Dia jago banget meniruken suara-suara instrumen yang ada, seperti bass, gitar atau drum. Itulah yang selalu menjadikan setiap lagu ciptaannya selalu mempunyai ciri khas. Mulai nyanyi sejak umur 4 tahun. Ndak banyak yang tahu bahwa penyanyi yang terakhir manggung di Indonesia tahun 2006 kemaren, mempunyai latar belakang pendidikan jauh dari bidang musik. Dia adalah seorang sarjana psikologi dari Universitas Iowa lulusan 1962. -
Bukan Tentang JavaJazz
Disaat semua pada heboh dengan JapaJes, saya ndak ikut heboh sendiri. :P Apakah karena saya memang terlalu fanatik music Rock terutama Art Progressive Rock yang kaya enerji dan berstruktur lagu ndak lazim itu lantas saya membenci Jazz? Ah ndaaak! Saya juga menyukai Jazz, terutama yang bergenre Jazz Fusion macam Casiopea atau Chick Corea. Saya juga sangat suka Acid Jazz macem Jamiroquai atau Incognito *memandang penuh iri dengki pada Engkris yang kemaren nonton konsernya* b-( Dan saya juga suka banget sama Al Jarreau yang sangat terkenal dengan Spain-nya. Jadi, saya ndak ikut heboh sendiri dan sengaja ndak dateng ke event itu karena saya memang ndak mendapati musisi Jazz yang yang saya sukai bakalan perform di event itu. Sempet kaget juga sih sebenernya, kok performer utamanya malah si Jason Mraz yang justru ndak mengusung genre Jazz itu ya? 8-|
Sampean mau bukti kalau saya juga suka Jazz? Ini ada bukti videonya. :P
[youtube]kBCu7LbD0Xk[/youtube]
Ini adalah rekaman video saat saya sedang latihan buat ngikutin final Yamaha Asean Beat 2004, ajang kompetisi musik tingkat Asia yang entah kenapa sekarang sudah ndak diselenggaraken lagi oleh YAMAHA. Saat itu, band saya yang bergenre Acid Jazz, berhasil terpilih mewakili Jogja dan masuk final ke Jakarta. Sayangnya, band saya cuman mentok bisa ikut final di Jakarta. Ada band yang lebih pantas buat ngewakili Indonesia buat ikut grand final di Singapura :D Dan sayangnya lagi, pada waktu finalnya ndak ada yang ngerekamin videonya :| Nasib nasiiib… =))
Woiyah, judul lagunya “Peduli Setan”, lagu bikinan saya dan temen-temen, dan saya yang maenin drum tentu sajah :D
Hauhauhauu… jadi kangen pengen ngeband lagi :((
■ Terkait: Laporan pandangan mata konser Incognito oleh Engkris