• [REVIEW] Jakarta Time-lapse [an iPhone 4S Video]


    Jadi ceritanya saya bikin lagi bereksperimen bikin video Time-lapse hanya dengan mempergunaken iPhone 4S. Tentunya ndak cuma pakai iPhone dong. Beberapa aksesoris yang saya pakai:

    1. Tripod foto untuk mengambil video dengan angle yang lebih tinggi.
    2. Tripod khusus ponsel. Bagian atasnya (clamp) bisa dilepas dan dipasangken ke Tripod yang lebih besar.
    3. Lensa Telephoto untuk iPhone untuk mengambil obyek yang jauh seperti crane, rooftop.
    4. Lensa Wide untuk mengambil gambar di tempat yang sempit seperti di dalam halte busway.
    5. iPhone 4S

    [spoiler show=”Foto peralatan-peralatan perang *halah* ” hide=”Sembunyiken Foto”]

    Peralatan Perang

    [/spoiler]
    Nah kalau untuk iPhone Apps yang saya pakai buat ngebikin video ini antara lain:

    1. Instalapse ($0.99). Ini aplikasi utama untuk membuat video time-lapse.
    2. iMovie for iPhone ($4.99). Untuk mengedit video tentunya.
    3. Movie Looks ($1.99). Ini aplikasi untuk color grading
    4. Twitvid app atau Twitter Client apapun di iPhone yang bisa upload video ke Twitvid.

    [spoiler show=”iPhone Apps yang dipakai” hide=”Sembunyiken Foto”]

    [/spoiler]

    Sedikit catatan dari pengalaman saya selama membuat time-lapse video ini:

    • Setting rata-rata yang saya pergunaken di Instalapse App adalah dengan shooting interval antara 2-3 detik untuk objek manusia, kendaraan & perahu. Untuk sunset/awan bergerak cepat, dengan interval diatas 6 detik.
    • Men-shoot dengan telephoto lens untuk mengambil obyek yang jauh seperti crane, rawan banget getaran. Meskipun sudah mempergunaken tripod, carilah tempat menaruh tripod yang aman dari getaran. Meletakken tripod di jembatan halte Busway yang lantainya hanya terbuat dari seng, sangat rawan getaran saat orang lewat. Gorilla pod akan sangat membantu jika punya, karena bisa dicengkeramken ke tiang jembatan. Tapi untungnya iPhone 4S ini dilengkapi dengan Gyro Stabilizer, jadi getarannya ndak terasa banget.
    • iPhone 4S ini ternyata oke banget buat ngedit video. Prosesor A5 yang dibenamken di dalamnya (sama dengan prosesor iPad 2), mumpuni banget untuk mengedit video dengan durasi di atas 1 menit ini. Ndak ada namanya nge-lag waktu preview video yang lagi diedit di iMovie. Oh iya, rendering video yang udah di-color grading di Movie Looks juga cepet! Render Full Resolution ndak sampai 5 menit.
      [spoiler show=”Foto: render ndak sampai 5 menit” hide=”Sembunyiken Foto”]
      [/spoiler]
    • Kualitas optik dengan sensor 8 megapixel backlit CMOS dan aperture size f/2.4 ini, oke banget lhoh buat merekam sunset, sunrise, bahkan night shot dengan resolusi video 1080p tanpa terlalu banyak grain yang mengganggu.
    • Untuk upload ke Twitvid langsung dari iPhone, ternyata 3G Network dari Telkomsel di iPhone bisa banget diandalken. Saya upload video dengan size hampir 100 MB ini langsung dari TweetBot app dan tinggal makan gudeg sebentar, eh udah ke-upload!  #ItsAPerfectMatch banget deh provider satu ini dengan si iPhone 4S

    Lain kali pengen nyoba bikin time-lapse yang lebih butuh effort nungguinnya deh. Semisal timelapse pasar dari orang-orang mulai menata dagangan sampai pembeli datang, atau bunga dari masih kuncup sampai mengembang. :))

  • Test Rekam & Edit Video HD dengan Ponsel Pintar (?)

    Alhamdulillah, akhirnya kesampaian juga punya iPhone 4 setelah berhari-hari berburu ke mall-mall dan menelepon Apple Reseller satu Jakarta. Susah banget mendapatken gadget satu ini. Setiap toko yang saya telepon dan datangi, pasti bilang stock sedang kosong dan ndak bisa menjanjiken kapan barang akan datang. Ada yang bilang barang bisa dipreorder dan pasti datang satu minggu lagi, tapi harganya mahal banget dan minta DP dulu. Walah, males. Operator Telco Plat Merah sendiri juga kehabisan stock, dan ndak bisa mastiin kapan barang dateng. Tapi untunglah akhirnya atas bantuan @mrbambang, saya menemuken satu reseller yang ready stock. Suwun Mas! :D

    Kenapa saya ngebet banget dengan gadget ini?
    Pertama, kualitas rekam videonya udah support HD 720p. Kualitas gambarnya cukup bagus untuk kondisi low-light scene, malah lebih bagus daripada N8 yang udah saya punya sebelumnya. Karakter noise-nya lebih halus dan lebih bisa ditolerir dari N8 (ini saya tahu setelah membandingken langsung N8 saya dengan iPhone 4 punya Gage). Tapi untuk outdoor scene (siang hari) masih bagusan dan lebih natural  N8 karena N8 ada fitur White Balance, jadi naturalitas warna video yang direkam lebih terjaga.

    Kedua, OS dan Video Editing App (iMovie) yang responsif dan robust. Sayangnya app ini harus beli. Untung ndak terlalu mahal harganya.
    [spoiler show=”Tampilken Foto” hide=”Sembunyiken Foto”]

    [/spoiler]

    Ini yang ndak saya temuken di N8. OS Symbian ^3 dengan video editing app-nya sungguh mengecewaken. Ndak responsif apalagi kalau memori udah mulai penuh.  Waktu mau ngerekam video, pasti ada jeda beberapa detik dari mulai tombol rekam dipencet sampai video mulai direkam. Blah!

    Yang lebih menarik lagi, setelah video dirender dengan iMovie di iPhone 4, bisa langsung dishare ke Youtube! :D/ Jadi enak banget deh, rekam, edit dan share bisa sambil jalan-jalan. :)) Lumayan lah bisa buat memanfaatken waktu saat terjebak macet atau antri Bus TJ ;)

    [spoiler show=”Tampilken Foto” hide=”Sembunyiken Foto”]

    [/spoiler]

    Tapi tetep ya, untuk keperluan fotografi, masih lebih mantep N8. Dikarenaken ukuran sensor dan resolusi yang lebih gedhe (12MP) plus lensa yang lebih keren (Carl Zeiss).

    Ok segitu aja dulu reviewnya, lain waktu saya bikin Head-to-Head Comparison buat membandingken kualitas video dari N8 dan iPhone 4.