• Menjajal Kamera Full Frame di Sony Full Frame Festival

    Halo pembaca Goenrock.com! Perkenalkan saya Marcos, biasa dipanggil ybs. Pernah ngeblog, dan sekarang lebih suka merawat blog orang lain.

    Sabtu kemarin saya beruntung banget bisa ikutan Sony Full Frame Festival di Grand Hyatt bersama brader Goen. Secara saya masih pakai Sony A6000 dan menimbang-nimbang untuk upgrade ke seri A7. Beberapa kamera full frame yang sempat saya coba antara lain:

    Sony RX1RII

    Ini adalah seri kamera compact fullframe dari Sony yang dilengkapi dengan lensa 35mm dan resolusi 42.2MP, hasilnya foto yang tajam sampai detil sekecil apapun.

    RX1R II hi-res 1:100 f:5.6 ISO400

    #2 RX1R II hi-res 1:100 f:5.6 ISO400

    Sony a7SII

    Sony menyediakan satu ruangan tertutup khusus untuk mengetes kemampuan a7SII pada situasi low-light. Hasilnya sangat memuaskan! Dengan ISO32000 gambar tetap mulus dan minim noise. ISO maximum a7SII adalah 409600, tapi untuk video menurut kami di ISO32000 adalah batasan tertinggi agar tetap bersih dari noise. Upie Guava, videografer profesional, sempat mendemokan kemampuan kamera ini untuk mengakali syuting agar lebih praktis.

    Sony a7II

    Nah ini dia kamera yang saya incar. Saya sempat mengetes kamera ini di ruang terbuka pada saat sunset. Selain untuk foto, kamera ini juga cocok untuk video full HD karena dibekali fitur-titur professional video seperti S-Log2 gamma profile untuk kebutuhan color grading.

    https://www.flickr.com/photos/basibanget/25107316482/

    Sony FE 24-70mm F2.8 GM

    Salah satu dari lini lensa premium yang sempat saya coba di festival kemarin. Harganya lumayan juga ternyata.

    Kalau masih penasaran tonton saja video liputannya langsung.

     

     

    Panduan kalau mau langsung ke topik pilihan

    • 01:46 RX1R II hands-on & sample photos
    • 02:19 a7S II hands-on & sample footages
    • 02:54 G Master Lens hands-on & sample photos
    • 03:26 Keuntungan memakai sensor full frame
    • 04:11 Lensa full frame mirrorless besar & berat?
    • 04:29 Seri a7 banyak dan membingungkan
    • 05:24 Mirrorless kelas video (a7S) untuk foto?
    • 05:45 Teknologi mirrorless full frame dan daya tarik bagi videografer
    • 06:44 Keuntungan memakai 4K?

    Yang mau tanya-tanya silahkan tulis di bagian komentar. Nanti saya atau Goen akan coba jawab.

     

  • Travel Video Dengan Kamera Saku RX100 IV

    Ingin lebih serius di travel videography, tapi malas jika harus membawa kamera berukuran besar yang bikin berat barang bawaan? Atau sudah punya kamera mirrorless dan berencana membeli kamera backup berukuran ringkas dengan kualitas gambar yang tidak jauh berbeda dengan kamera utama?

    Akan saya jelaskan kenapa RX100 IV ini cocok banget untuk travel videography dan sebagai second cam. Namun sebelum membaca review saya, silakan tonton video terbaru yang saya syut dengan RX100 IV di 100fps sebagai teaser. 😀
     

    Premium Compact Camera
    Walau berukuran mungil, kamera saku ini bukan kamera yang bisa disepelekan kemampuannya. Di dalam RX100 IV banyak ditanam fitur-fitur profesional untuk video seperti yang ada di seri ILCE  (A7II, A7s, A7rII, A7sII). Continue reading

  • A7S Mark II Hands-On

    Jumat 16 Oktober beberapa hari yang lalu, saya diberi kesempatan oleh Sony Indonesia untuk menghadiri launch event  kamera mirrorless terbaru dari Sony yang ditujukan untuk kalangan videografer professional. Sebagai happy user of Sony a7S generasi pertama, sudah pasti saya girang sekali.

    Screen Shot 2015-10-21 at 1.15.06 AM

    Berlokasi di sebuah bar di Marina Bay Sands, Singapore, saya dan beberapa videografer/fotografer lain dari Indonesia seperti Benny Kadar, Upie Guava, Enche Tjin, Benny Lim, Yuliandi dan Glen Prasetya menjajal kemampuan dari generasi ke-2 Sony a7S untuk merekam video dan foto dalam situasi low light. Pangaea bar, lokasi event yang cenderung redup, pas banget untuk menguji kemampuan a7S II di ISO tinggi. 

    Dan inilah video hands-on review ketika kurang lebih setengah jam diberi kesempatan menguji kamera yang diberi julukan “Sesitivity Supremacy” ini.

    Continue reading