-
Jalan-jalan Sore di Gili Bersama Dek Dalila Dari Praha
Sebenarnya video ini sudah agak lama di-shoot. Sejak bulan Agustus. Waktu itu saya impulsif
bakar tiket pulang ke Jakartamelipir ke Gili Trawangan sehabis acara #BrikPiknik di Bali. Seharusnya sih hanya extend semalam di Gili. Tapi demi dek Dalila,yang ngegemesin ini, akhirnya bakar tiket dua kaliextend-nya jadi dua malam di Gili Trawangan. Ahihihi…Singkat kata, waktu itu saya nekad berkenalan dengan dek Dalila dari Praha yang sedang menikmati sarapannya di hotel yang sama tempat saya menginap di Gili. Kenapa nekad? Karena sudah lama saya ngebet banget bikin video travelling dengan model bule.
Dan emang dek Dalila ini bikin gemes sih.Saya paling senang kalau mengedit foto atau video dengan model kaukasian. Skin tone-nya enak banget diapa-apain saat *color grading. Syukurlah, dek Dalilamenerima pinangan saya danmau divideoin setelah saya kasih contoh video-video yang pernah saya kerjakandengan sedikit sepik-sepik iblis. Lalu kami pun sepakat membuat video di sore harinya sambil menikmati sunset di Gili Trawangan. Oke, saya pun batal pulang ke Jakarta hari itu.Dan inilah videonya. Jangan lupa subscribe ke kanal Youtube saya ya. Hehehe…
-
MUZE Bluetooth Headphone – Music Experience Without The Wire
Kali ini saya mencoba melakukan review sebuah produk headphone dengan koneksi nirkabel bluetooth. Iya, saya sendiri yang bakal ngecuprus di depan kamera. *hening sampai NASA menemukan kehidupan di planet Kepler*. Jadi ya siapkan bungkus rokok buat dilempar ke saya kalau penampilan saya di video ini bikin kesel sampeyan*dikata Srimulat*. Asli, saya ndak pede sebetulnya harus tampil dan ngomong panjang kali lebar begini. Awalnya si Jenn yang seharusnya bawain review-nya. Lha kok bisa jadi saya? Sungguh saya ndak paham. Saya ndak nyangka.
Lokasi studio minjem kamar kost kosong tetangga.
Rating saya untuk produk Polytron MUZE Bluetooth Headset ini adalah 4 out of 5! Penasaran kenapa saya kasih review segitu? Silaken tonton aja videonya.
-
A7S Mark II Hands-On
Jumat 16 Oktober beberapa hari yang lalu, saya diberi kesempatan oleh Sony Indonesia untuk menghadiri launch event kamera mirrorless terbaru dari Sony yang ditujukan untuk kalangan videografer professional. Sebagai happy user of Sony a7S generasi pertama, sudah pasti saya girang sekali.
Berlokasi di sebuah bar di Marina Bay Sands, Singapore, saya dan beberapa videografer/fotografer lain dari Indonesia seperti Benny Kadar, Upie Guava, Enche Tjin, Benny Lim, Yuliandi dan Glen Prasetya menjajal kemampuan dari generasi ke-2 Sony a7S untuk merekam video dan foto dalam situasi low light. Pangaea bar, lokasi event yang cenderung redup, pas banget untuk menguji kemampuan a7S II di ISO tinggi.
Dan inilah video hands-on review ketika kurang lebih setengah jam diberi kesempatan menguji kamera yang diberi julukan “Sesitivity Supremacy” ini.
