A7S Mark II Hands-On

Jumat 16 Oktober beberapa hari yang lalu, saya diberi kesempatan oleh Sony Indonesia untuk menghadiri launch event  kamera mirrorless terbaru dari Sony yang ditujukan untuk kalangan videografer professional. Sebagai happy user of Sony a7S generasi pertama, sudah pasti saya girang sekali.

Screen Shot 2015-10-21 at 1.15.06 AM

Berlokasi di sebuah bar di Marina Bay Sands, Singapore, saya dan beberapa videografer/fotografer lain dari Indonesia seperti Benny Kadar, Upie Guava, Enche Tjin, Benny Lim, Yuliandi dan Glen Prasetya menjajal kemampuan dari generasi ke-2 Sony a7S untuk merekam video dan foto dalam situasi low light. Pangaea bar, lokasi event yang cenderung redup, pas banget untuk menguji kemampuan a7S II di ISO tinggi. 

Dan inilah video hands-on review ketika kurang lebih setengah jam diberi kesempatan menguji kamera yang diberi julukan “Sesitivity Supremacy” ini.

Selain beberapa fitur baru yang sudah disebutkan oleh om Benny Kadar pada video di atas, ada beberapa pengembangan fitur baru di a7S II;

  1. Gamma Assist Display. Sangat membantu untuk memonitor dalam standar warna dan kontras ITU709 ketika merekam S-Log3 (flat profile). Screen Shot 2015-10-20 at 10.58.03 PM
  2. 169-point AF (vs 25-point AF di a7S). Lebih presisi untuk mengatur titik auto-focus!
  3. 14-bit uncompressed RAW (still photo). Pas banget buat saya yang juga suka nustel dengan format RAW dan edit di Lightroom.
  4. Perbaikan fitur Zebra. 
  5. LCD 1.228.800 dots (vs 921.600 dots di a7S). Semakin mudah untuk melihat apakah gambar yang sedang kira rekam in-focus tanpa tambahan external monitor.
  6. EFV magnification 0.78x (vs 0.71x di a7S).
  7. More durable magnesium-alloy body. Makin asik diajak ‘perang’ nih.

Terimakasih Sony Indonesia untuk undangannya! Semoga nanti saya juga diberi kesempatan untuk menguji lebih lama dan detail kamera ini begitu sudah rilis di Indonesia.

Team Sony Indonesia di depan lokasi event.
20151020101817

Tautan:

Comments

comments

11 thoughts on “A7S Mark II Hands-On”

    1. Yap, videocentric banget brad. Kalau buat foto, resolusinya kurang kalau cuma 12MP. Iya, cuma 12MP karena buat ngejar full pixel readout

  1. Entah kenapa malah nggak gitu tertarik sama A7SII. Iya sih, beberapa fitur barunya menarik. Much improved from the original A7S. Tapi A7R II kok malah lebih menginin ya? Either that, atau A7II yang terjangkau.

    Tetep penasaran pengen jawil-jawil sih. Kalo dari videonya mas Goen, kayanya akan jadi favorit baru banyak videographer.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge