Gokilnya Hellofest v.6
Ini adalah video liputan Hellofest ke-6 yang diselenggaraken 12 Desember yang lalu. Tidak sempat datang ke event gokil ini? Saksiken saja videonya, saksiken betapa hebohnya kostum yang dipakai para peserta Kostumasa(Cosplay) dan sekilas interview dengan para pemenang.
Jika video diatas terlalu berat untuk diputar, unduh videonya dalam resolusi yang lebih rendah disini (18 MB)
Terkait:
■ Screenshot karya-karya pemenang
■ Video “Grammar Suroboyo 3″ (Juara II Favorit Penonton)
■ Video “Ga Semudah Itu Brur” (Pemenang Kuldesak Award)
Ke HelloFest 6 yuk?
HelloFest? Apa itu? HelloFest sebuah festival Motion Picture Arts yang dihadiri oleh KostuMasa (Penonton Berkostum), dikelilingi dengan bazar action figure dengan puncak acara menonton rame – rame karya yahud kreator Indonesia. Hellofest tahun ini adalah HelloFest yang ke-6.

Modal nekat, saya beserta dua teman saya si ini dan itu iseng bikin film-filman untuk ikut berpartisipasi di kategori Film Pendek 60 Detik dengan tema “Detik.Com Dalam Hidupku”. Dengan pra produksi dan modal peralatan produksi yang sangat seadanya, akhirnya kami nekat kejar produksi dalam sehari. Hasilnya? Sila nak tengok video-videonya dibawah. Ambyaaar! ![]()
“Inspirasi Para Istri” [Detik.Com Dalam Hidupku]
Putar video diatas dalam resolusi rendah: disini
“Nggak Perlu Banyak Omong” [Detik.Com Dalam Hidupku]
Putar video diatas dalam resolusi rendah: disini
“Update Banget Gitchu” [Detik.Com Dalam Hidupku]
Putar video diatas dalam resolusi rendah: disini
Ada sekitar 49 karya film pendek berdurasi 60 detik yang diikutsertaken untuk kategori ini, dan hanya 3 orang yang dipilih oleh dewan juri dari Detik.com sebagai finalis. Ya, sayang sekali karya film-filman kami ndak termasuk yang terpilih. *nangis glundung-glundung*
Tapi untunglah film-filman kami ini tetep diputar di screen saat event berlangsung nanti.
Yuk dateng ke HelloFest 6! Dijamin seru acaranya ![]()
UPDATE!
Baru saja mendapatken email dari Hellofest, ternyata dua karya kami masuk final! Alhamdulillah
Doakan kami yaaa ![]()


Barter Karikatur dengan Sewa Web Hosting
Hehehe… Beginilah kalau males(atau ndak punya duit?) bayar web hosting sendiri. Buka lapak di Twitter buat barteran barang dagangan saya dengan sewa web hosting blog ini. 
Baru sehari buka lapak, ada 7 orang yang tertarik untuk barteran dengan saya dengan mengirimken DM. Tapi setelah saya kasih tahu tanggal jatuh tempo pembayaran web hosting saya ini, mereka terpaksa belum bisa ikut barter karena waktu yang terlalu mepet dan sementara mereka sendiri belum menyiapkan konsep mau bikin apa. Hihihi… maafken saya karena waktunya terlalu mepet.
Tapi untunglah ada saudara Fisto yang langsung mengajukan ide untuk dibuatkan karikaturnya yang sedang bermain Bass Guitar ini.

Makasih banyak Fisto! Berkat sampeyan blog ini masih hidup
Buat sampeyan-sampeyan yang ingin punya karikatur seperti diatas, jangan ragu-ragu menghubungi saya lewat sini.
Syuting-syutingan, Film-filman
Tiga blogger… Saya, si anu, dan si ntu tuh… Iseng syuting-syutingan, bikin film-filman dengan waktu produksi yang sangat terbatas karena kesibukan kami. Modal alat seadanya plus nekat tapi niat, ikut kontes film pendek.
Hasilnya? Hmm… ntar aja ya kalau udah selesai screening (itupun kalau lolos seleksi). Teaser? Hihihi… 8 detik aja ya? Maklum film-filmannya pendek banget, kalau kelamaan saya kasih teaser, habis lah yang mau ditonton beneran hihihi…
Doakan kamiii! *halah*
Orkes Tanjidor: “Musik Jazz Betawi”
Orkes Tanjidor, kadang disebut juga musik Jazznya orang Betawi. Istilah Tanjidor berasal dari bahasa Portugis “Tanger” yang berarti memainkan alat musik. Tanjidor dipercaya sudah ada sejak abad ke-18 dan banyak mendapatken pengaruh dari kebudayaan China dan berbagai negara di Eropa seperti Belanda dan Perancis.
Instrumen-instrumen musik yang dipakai dalam tanjidor antara lain terompet, tambur, trombone, klarinet, dan bedug. Biasa dipertunjukken untuk pawai kesenian, ditanggap untuk acara kawinan atau khitan.
Berikut ini adalah sebuah video dokumentasi salah satu group Tanjidor yang masih bertahan hingga saat ini ketika unjuk kebolehan di pelataran Musium Fatahillah tanggal 31 Oktober lalu. Ada sedikit interview dengan salah satu pemain musiknya yang dipandu oleh Sita.
Unduh videonya disini (7,4 MB)
Musik atau kesenian tradisional apa yang masih bertahan di daerah Sampeyan hingga saat ini? ![]()









